Postingan

Hunjaman akar yang kuat

Mau cerita dikit, hari ini baru baca bukunya Ustadz Salim A fillah, judulnya Dalam Dekapan Ukhuwah. Wiiiih luarbiasa bukunya. Beliau buat sebuah judul sub-bab "Bekerjalah, maka keajaiban". Ini teori udah sering banget dikasih tau dikepala, bahwa "mulai aja dulu, nanti juga berhasil" Nah pas baca isinya makin ketampar. Kenapa? Soalnya pikiran aku masih banyak kapitalis sisa sisa penjajahannya dibanding paradigma islami. Padahal aku udah pernah belajar paradigma islami tersebut. Allah ta'ala ngasih tau kita bahwa jika kita bertakwa, akan ada rezeki yang datang dari arah yang tidak terduga duga. Dan rezeki yang seperti itu biasanya lebih manis dan barakah. Ternyata, ini juga loh yang terjadi ketika Nabi Ibrahim alayhi sallam meminta ingin diperlihatkan keajaiban yaitu kebangkitan makhluk. Allah ta'ala pasti bisa dengan keMahaKuasaanNya langsung mengabulkan di detik itu. Tapi seperti yang kita tahu, Nabi Ibrahim alayhi sallam Allah perintahkan dulu untuk mencinc...

Aku kagum

 Aku kagum pada Hushain ibn sallam, bahkan sebelum namanya menjadi Abdullah bin Sallam Ia bahkan mempersiapkan agar datangnya hidayah tidak melalaikan dirinya Ia bahkan mudah fokus untuk sesuatu yang besarnya bukan main karena hal hal yang lain tak pernah ia anggap remeh Ia bahkan tidak tertipu dengan apa yang telah ia miliki, baik harta, nasab, dan kehormatan Ia bahkan tidak menyediakan ruang apapun yang memunculkan pintu pintu keraguan Ia yakin dengan apa yang benar Ia jujur pada hatinya Ia jujur pada dirinya Ia jujur pada TuhanNya Bahkan kehidupannya, patut untuk dicemburui dengan cinta sebab cinta yang ia miliki begitu murni

Cerita dikit tentang hadits

Bismillah, alhamdulillah, asyhadu an laa ilaaha illa Allah wa asyhadu anna muhammadan rasuulullah, Allahumma salli 'alaa muhammad wa 'ala aalii muhammad Jadi, hari ini aku baca (lebih tepatnya membaca kembali) sekitar 2 lembar buku ukuran standar. Yup, buku bacaan sekaligus rekomendasi dari dosen kuliah hadits; karya Drs. Fatchur Rahman yang berjudul Ikhtisar Musthalahul Hadits. Aku baca bagian sejarah pertumbuhan hadits. Jadi, dalam bukunya beliau, sejarah pertumbuhan hadits dibagi menjadi 5 bagian, tapi yang udah bisa aku ceritain baru 2 bagian pertama, yaitu sejarah periode periwayatan hadits dan sejarah penulisan dan pembukuan hadits. Singkatnya, di periode pertama ini adalah periode waktu ketika Rasulullah salla allahu 'alayhi wa sallam masih hidup. Saat itu, beliau melarang secara umum untuk menuliskan perkataan beliau (hadits). Kenapa? Sebab khawatir nantinya ummatnya tertukar antara tulisan hadits dan Alquran. Akan tetapi, beliau juga membolehkan secara khusus kepad...

Reviu buku sekaligus curhat (part 1)

 Bismillah, jadi kali ini aku mau reviu buku (i'm sorry if this is really kamjagi but i just wanna share it) Judul lengkapnya adalah Manhaj Ahlussunnah wal Jamaah dalam Tazkiyatun Nufus, karya Ustad Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Penerbitnya Pustaka at-Taqwa. Buku ini bisa dibilang buku tipis bila dibandingkan dengan buku non-fiksi agama lainnya. Ukuran buku hampir A5 dengan total halaman 144. Sampulnya juga bukan yang hard, tapi ya bukan kertas hvs juga. Walaupun dibilang 'tipis', waktu aku baca mukadimahnya aja luarbiasa banget kualitasnya. Ok kumulai ya. To be honest aku belum selesai baca buku ini sebab baca buku ini tuh butuh mental dan adab. Kalau asal baca aja mah sehari juga selesai, tapi ya ini 'the real karya'. Dari judulnya aja 'Manhaj' alias kaidah. Ga manfaat kalau skimming doang.  Buku ini isinya kaidah, gemana--dan segala perniknya--membersihkan nufus, alias jiwa. Nah kan kalau udah bicara jiwa ga bisa main-main. Sebelum aku baca, aku nulisin du...

Kita Suka Lupa

 Ada perkataan dari seorang Ahli Ilmu yang sangat mengagumkan dan menyadarkan saya. "Hidup itu, pindah dari kotak masalah satu, ke kotak masalah yang lain." Kita suka lupa kalau hidup itu memang berisi masalah. Memang, ada masalah. Tapi fokusnya bukan itu. Fokusnya, how to face it, how to handle it. Fokusnya, mengatasi masalah. Justru disitu serunya. Yang sering lupa, kita tuh seneng banget main drama. Yang harusnya 1+1=2, kita puterin dulu pake integral-diferensial (alias naik satu turun satu), ya padahal disitu-situ aja. Kita, kebanyakan mendramatisir. Kita suka lupa, kalau merangkak, tiarap, dan jalan itu ngga selalu berpindah. Bisa aja, merangkak di tempat, tiarap ditempat (alias tengkurep), dan jalan ditempat. Atau bahkan lari, lari pun bisa ditempat. Yaaah intinya memang kita butuh pengingat aja. Yang dirasa 'ganjel' di hati kamu, belum tentu salah tempat. Siapa tau emang lagi butuh ganjelan. Kitanya aja yang belum ngerti, belum paham. Kita suka lupa ngingetin d...

Oppa, 너를 떠날 게 (Bro, I will leave you)

 Hatiku tercabik-cabik Bukan karena Kang Daniel dan Jihyo Twice putus, atau album The Reinassance yang tak akan kubeli. Bukan karena konser anniversarynya oppadeul yang ngga aku ikutin, atau album K.R.Y. yang tak kupesan. Bukan karena Oppa dating sama Ari. Hatiku tercabik-cabik (lagi) Bukan karena aku tak ikuti trend baju, atau kilogram badan yang tak kunjung turun. Bukan karena aku tak bisa pakai baju oversize, atau bodyline yang tak sesuai harapan. Hatiku tercabik-cabik lagi Terpikir, apa yang kulihat jauh dari apa yang kuingat. Aku melihat pengamen di lampu merah malam hari, ketika aku pulang dari mengajar privat. Mungkin hampir pukul 9 malam. Aurat pengamen wanita itu tidak dihijab. Lalu kupikir apa yang terjadi, hingga di negeri ini ada manusia yang tak dapat melakukan kewajibannya.  Oh, kuingat. Suatu waktu dahulu, di zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz, hingga ada istilah senada "serigala dan domba tak lagi kejar-kejaran memangsa-dimangsa". Yup, saking sejahteranya pend...

Karena Saya Mencintaimu Karena Allah

Hubungan yang dijalin Hubungan yang dirajut Hubungan yang diikat Hubungan yang dirantai, dijahit Tak lain hanya karena Allah Bukan berarti engkau tak ada harganya, Tetapi karena kita sama-sama hamba-Nya Karena saya mencintaimu karena Allah, Saya sesak jika ada renggang antara kamu dengan-Nya Karena saya mencintaimu karena Allah, Saya sesak apabila pertemuan kita tak mendekatkan kita pada-Nya Karena saya mencintaimu karena Allah, Saya merindukan bahasan-bahasan tentang bahasa dan surat-Nya Karena saya mencintaimu karena Allah, Saya bahagia apabila kamu beruntung karena kembali kepada-Nya Karena saya mencintaimu karena Allah, Saya lebih gembira ditinggalkanmu jika kamu sengaja melemahkan hubungan kita dengan-Nya Saya sedih, jika kamu hanya mengurus, berpikir, dan fokus terhadap makhluk-Nya saja Tanpa kamu gantungkan hatimu pada Allah ta'ala saja Dan bila kontradiksi terjadi, maka ingatlah apa-apa harus ditanamkan karena Allah, baik jika dan hanya jika benci, maupun jika dan hanya jik...